"Pertama yang dirintis KH. Bardam bukanlah Ponpes, tapi padepokan (tempat penggemblengan) ilmu kanuragan".
Ponpesalmunawwar.sch.id, Bojonegoro
-
Keputusan Kyai Bardam Abd. Nasir mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) di Jalan
Raya Kunci KM 17, Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,
dilandasi beberapa hal. Antara lain, tanah untuk lokasi ponpes itu merupakan
wakaf dari ayahnya, Munawwar, seorang modin di Desa Kunci
Saat mewakafkan, sang ayah
berpesan agar tanah itu dimanfaatkan untuk Ponpes. Karena itulah, Ponpes
kemudian juga dinamakan Al-Munawwar. Pilihan nama ini untuk mengenang jasa sang
ayah yang sekaligus waqif (yang mewakafkan tanah) untuk Ponpes Al-Munawwar.
Pertimbangan lainnya,
menurut hasil istikharah Kyai Bardam di Masjid Makam Sunan Giri - Gresik,
lokasi ponpes yang sekarang ini lebih baik ketimbang lokasi lain yang
dimilikinya.
’’Sebenarnya Pondok mau
didirikan di dekat rumah lama di daerah sumber (Mata air di Desa Kunci,
Kecamatan Dander, Red). Tapi, di sana lahannya kurang luas dan ada beberapa
faktor lain yang kurang mendukung,’’ kata Kyai Bardam, Sabtu (06/11/2010).
Karena itulah, Kyai Bardam
akhirnya memilih lokasi yang sekarang. Menurut dia, lahan ini dulu merupakan
kawasan keramat. Jauh dari perkampungan warga dan terpencil. Dari jalan raya
jurusan Bojonegoro - Temayang, yakni sekitar 100-200 Meter ke arah selatan dari
Pertigaan Kunci, masuk ke barat sekitar 1 km
’’Daerah sini (kompleks
Ponpes, Red) memang terkenal angker. Orang ngarit (Pencari rumput) saja tidak
berani,’’ tuturnya.
Setelah lokasi ditetapkan,
yang kali pertama dirintis Kyai Bardam bukanlah Pondok Pesantren, tapi
padepokan (tempat penggemblengan) ilmu kanuragan. Padepokan itu dinamai Kawah
Condrodimuko. Santri atau murid Kyai Bardam saat itu para pemuda dari daerah
sekitar padepokan.
’’Setelah anak yang ngumpul
banyak, saya tambahkan kegiatan mengaji. Jadi, sedikit demi sedikit kami
ajarkan ilmu agama kepada mereka,’’ ujarnya.
Setelah ’’pengikutnya’’
banyak dan pelajaran agama yang disampaikan cukup memadai, Kyai Bardam
memutuskan untuk resmi mendirikan Pondok Pesantren di bawah asuhannya langsung.
Dia dibantu para santrinya yang dipandang sudah mumpuni atau layak dipatuhi dan
diteladani sebagai ustadz.
Waktu terus berganti, santri
yang mengaji pun terus berdatangan. Agar semakin banyak manfaat yang didapat
para santri, pada 2004 didirikanlah lembaga pendidikan, yakni PAUD/TK dan MTs.
Tiga tahun kemudian, yakni
pada 2007, ketika MTs-nya sudah memiliki murid kelas tiga, didirkanlah MA.
’’Tujuannya ya menampung lulusan MTs. Biar mereka tidak usah ke mana-mana,
tetap bisa mengaji di sini dan bisa melanjutkan sekolah formal,’’ terangnya. *[Ros/Red)
Foto : Pengasuh Ponpes Al-Munawwar, KH. Bardam Abd. Nasir bersama Dewan Guru Ponpes Al-Munawwar Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

COMMENTS